Ada sejumlah cara menggandakan asi untuk ibu yang sudah melahirkan terkada ada juga ibu yang ingin mencoba membuat ASI nya berjalan lancar, selain menggunakan vitamin atai pil penambah ASI pada ibu, berikut dibawah ini ialah cara menggandakan asi secara alami yang bisa Anda kerjakan dirumah supaya produksi air susu ibu dapat bertambah secara signifikan. Yuk simak tips tipsnya dibawah ini:

 

1. Sering Menyusui

Ini kunci terpenting untuk menambah produksi ASI. Produksi ASI bakal lancar andai payudara sebagai gudang ASI terus-menerus dirangsang. Caranya, tingkatkan frekuensi bayi menyusui sekitar 72 jam kesatu kelahirannya atau dengan memerah ASI. Semakin sering distribusi ASI dengan isapan bayi, buatan ASI bakal meningkat secara alamiah.

2. Biarkan bayi Anda merasakan “cluster feed”

(minum ASI terus menerus dan sering, hampir tanpa jeda; seringkali sore hari sebelum tidur). Bila jadwal minum seringkali 2-3 jam dan tiba-tiba berubah jadi lebih rapat, bisa jadi besar bayi sedang merasakan growth spurt dan membutuhkan asupan lebih banyak.

3. Coba Menyusui Bergantian.

Bila ia jenuh dengan putting payudara kiri, tawarkan putting payudara kanan sampai-sampai ia tak lagi menghisap. Fungsi utama saluran ialah untuk menyalurkan dan membawa ASI dari pabriknya, bukan guna menyimpan. Jadi, ASI yang telah diproduksi di pabrik ASI (payudara) usahakan langsung dialirkan melewati saluran ASI (puting) dengan merasakan waktu menyusui. Isapan bayi bakal mengosongkan maksimal 70 persen ASI dari payudara, untuk lantas berproduksi pulang secara alamiah.

4. Pijat Payudara

Saat bayi malas menghisap, ibu dapat menolong memijat payudara guna meneruskan aliran ASI ketika ia telah tidak minum sendiri. Bila ibu merasakan mastitis, ibu juga dapat Massage / pemijatan payudara dan kompres air hangat & air dingin bergantian. Untuk menangkal mastitis, tidak boleh mencuci putting sesudah menyusui karena melulu akan menyebabkan putting jadi kering dan iritasi. ASI telah berisi tidak sedikit elemen untuk menangkal bakteri dan jamur tumbuh, dan sudah berisi pelindung alami guna ibu dan bayi. Sewaktu mandi, dapat diusap dengan busa sabun laksana pada semua tubuh, laksana mandi biasa saja.

Langkah-langkah pemijatan ialah sebagai berikut:

  • Pijatan dibuka dari pangkal payudara.
  • Tekan dinding dada dengan memakai dua jari (telunjuk dan jari tengah) atau tiga jari (ditambah jari manis).
  • Lakukan gerakan melingkar pda satu wilayah di payudara selama sejumlah detik, kemudian pindahkan jari ke wilayah berikut:
  • Arah pijatan memutar atau spiral mengelilingi payudara atau radial mengarah ke puting susu.
  • Kepalkan tangan, kemudian tekan ruas jempol ke dinding dada.
  • Pindahkan tekanan beruntun ruas telunjuk, jari tengah, jari manis, dan kelingking ke arah puting.
  • Ulangi gerakan itu pada wilayah berikutnya.
  • Untuk unsur bawah payudara, tekanan dibuka dengan desakan ruas jari kelingking.

5. Pompa ASI setelah berlalu menyusui,

terutama bila Anda merasa payudara belum terasa kosong. Bila kamu ibu bekerja, usahakanlah memompa 15 menit setiap sejumlah jam sekali ketika bekerja. Gunakan pompa yang bisa memompa 2 payudara sekaligus, ini lebih menstimulasi buatan ASI dikomparasikan yang melulu satu bergantian.

6. Ciptakan kontak kulit dengan bayi.

Misalnya membelainya dan mengajaknya berkomunikasi. Hal ini akan merangsang hormon oksitosin (hormon cinta) yang bakal berperan dalam buatan ASI Anda.

7. Saat Anda mesti mengerjakan sesuatu

Misalkan menyapu, taruh bayi kita di gendongan/sling, jadi ia dapat menyusui bila ia mau. Gendongan yang baik ialah yang menghadap ke ibu, bukan bayi menghadap ke depan. Tentunya, sesuaikan dengan usianya.

8. Hindari dot dan empeng guna menghindari bingung puting.

Karena menghisap dari dot dan empeng lebih gampang, sedangkan dari puting lebih susah, bila anak kelaziman ngempeng dot, maka ia akan menampik puting. Jika ibu hendak memberikan ASI peras/pompa (ataupun memilih susu formula) berikan ke bayi dg memakai sendok, bukan dot ! Saat ibu menyerahkan dg dot, maka anak dapat merasakan BINGUNG PUTING tersebut, Kondisi dimana bayi melulu menyusu di ujung puting seperti saat menyusu dot. Padahal, teknik menyusu yang benar ialah seluruh areola (bag. gelap di dekat puting payudara) ibu masuk ke mulut bayi. Akhirnya, si kecil jadi ogah menyusu langsung dari payudara lantaran ia merasa alangkah sulitnya menerbitkan ASI. Sementara bila menyusu dari botol, melulu dengan mengurangi sedikit saja dotnya, susu langsung keluar. Karena tersebut hindari pemakaian dot sama sekali.