Clarissa Josephine Aditya, Rini Sekartini

Kelahiran bayi merupakan hal yang sangat membahagiakan sang Ibu dan keluarga. Sentuhan dan pijatan lembut dari sang Ibu ternyata memiliki banyak manfaat bagi sang buah hati. Tidak hanya untuk buah hati saja, namun pijat bayi juga memberikan manfaat bagi pemijat. Oleh karena itu, penting bagi para Ibu maupun calon Ibu untuk mengetahui tentang pijat bayi.

Metode pijat bayi mulai berkembang sejak dua dekade terakhir ini. Metode pijat bayi telah diakui di Indonesia, sebagaimana yang diatur dalam Permenkes RI Nomor 8 Tahun 2014. Berbagai penelitian telah mengemukakan bahwa pijat bayi dapat memengaruhi kondisi fisik dan mental bayi secara positif, baik untuk bayi sehat maupun prematur.

Idealnya, pemijatan bayi dapat dilakukan sejak lahir hingga usia 6 bulan. Untuk bayi sehat, pijat bayi sudah dapat dilakukan sejak bayi stabil. Sementara, untuk bayi prematur, perlu dilakukan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan terlebih dahulu untuk menentukan apakah bayi sudah boleh dipijat atau belum.

Manfaat Pijat Bayi

Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang - Pediatri Sosial-Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengemukakan bahwa pada dasarnya pijat bayi menjadi salah satu cara untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak melalui kombinasi berbagai stimulasi: raba, gerak, auditorik, dan visual.

Stimulasi raba dan gerak dilakukan oleh orangtua saat memijat bayinya, sedangkan stimulasi auditorik didapat dengan mengajak bayi bicara atau mendengarkan musik saat dipijat. Stimulasi visual juga dapat diperoleh ketika orangtua mengadakan kontak mata dengan si kecil selama pijat berlangsung.

Di negara Barat, pijat bayi telah rutin dilakukan terhadap bayi-bayi prematur yang mendapatkan perawatan intensif. Hal ini dikarenakan secara fisik, pijat bayi telah dibuktikan memiliki manfaat untuk meningkatkan berat badan, kualitas tidur, serta berkurangnya durasi bayi rewel/menangis. Manfaat ini juga ditemukan pada pemijatan bayi yang lahir cukup bulan.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pijat bayi pada bayi lahir cukup bulan dapat mengurangi risiko bayi mengalami sakit kuning, susah BAB, dan nyeri perut hebat (kolik). Penelitian dari Inggris juga memperlihatkan bahwa pijat bayi dapat membantu perkembangan bayi, mulai dari perkembangan motorik kasar, motorik halus, dan perilaku sosial.

Secara psikologis, pijat bayi memberikan kesempatan bagi sang Ibu untuk menjalin ikatan (bonding) dengan buah hati. Jika pijat bayi dilakukan secara rutin, bayi akan semakin menyadari keberadaan orangtua, dan orangtua akan semakin memahami tingkah laku si kecil.

Penelitian dari Universitas Miami, Amerika menjelaskan bahwa pijat bayi juga dapat membantu Ibu untuk mengurangi risiko depresi pasca persalinan. Ketika Ibu melakukan pijat bayi, otak akan mengeluarkan hormon oksitosin. Hormon ini berperan untuk meningkatkan rasa senang dan rasa percaya diri bagi Ibu, terutama bagi Ibu yang baru melahirkan anak pertamanya.

Selain Ibu, Ayah juga dapat turut berperan dalam pijat bayi. Jika dilakukan secara rutin, maka ikatan (bonding) yang terbentuk dapat memunculkan rasa kasih sayang dan pengertian terhadap bahasa tubuh bayi. Pijat bayi yang dilakukan dalam suasana nyaman akan memberikan efek relaksasi baik kepada bayi maupun orangtua.

Pijat bayi sebaiknya dilakukan di sela-sela jadwal makan anak, sehingga perut anak dalam kondisi tidak terlalu penuh atau terlalu kosong. Pijat juga dapat dilakukan sebagai bagian dari kegiatan rutin sebelum tidur, misalnya setelah mandi dan sebelum anak diberikan ASI di malam hari.

Lama satu sesi pijatan pada umumnya sekitar 15 menit, yang sebaiknya disediakan secara khusus oleh orangtua untuk fokus melakukan pijat bayi. Tidak ada batasan tertentu untuk jumlah pijat bayi dalam sehari. Namun berdasarkan rekomendasi IDAI, pijat bayi dapat dilakukan secara rutin sebanyak tiga kali sehari. Teknik pijat bagi bayi prematur berbeda dengan teknik pijat bagi bayi cukup bulan. Salah satu teknik yang diajarkan pada artikel ini dapat diterapkan kepada bayi cukup bulan.

Langkah-Langkah Pijat Bayi

Untuk mengawali pijat bayi, pastikan bahwa Anda telah mencuci tangan terlebih dahulu. Penggunaan minyak telon atau minyak kelapa dianjurkan untuk digunakan saat memijat bayi, selama bayi tidak alergi terhadap bahan minyak yang digunakan. Setelah minyak dituangkan di telapak tangan, gosokkan kedua tangan Anda hingga terasa hangat. Kemudian, mulailah memijat bayi dari area kaki terlebih dahulu, karena bagian kaki merupakan bagian tubuh bayi yang sudah terbiasa dengan sentuhan (biasanya saat mengganti popok).

Berikut adalah langkah-langkah sederhana pijat bayi:
1. Pada bagian kaki, setelah telapak tangan dioles dengan minyak telon, genggam bagian paha bayi dan lakukan pijatan lembut turun ke bawah hingga mata kaki bayi, ulangi untuk sisi lain kaki, kemudian pindah ke kaki sebelahnya.
                                                                         (www.babycentre.co.uk)

Selanjutnya, lakukan rotasi pergelangan kaki beberapa kali searah jarum jam dan sebaliknya, kemudian pijat lembut bagian punggung kaki dari mata kaki hingga jempol kaki. Lanjutkan dengan pijatan lembut melingkar di bagian telapak kaki dan akhiri pijatan bagian kaki dengan menarik lembut jari-jari kaki bayi ke arah atas.

(www.babycentre.co.uk)

2. Pada bagian lengan, lakukan hal serupa seperti pijatan kaki, namun dimulai dari pangkal ketiak bayi hingga pergelangan tangan. Kemudian, lakukan rotasi pergelangan tangan beberapa kali searah jarum jam dan sebaliknya. Untuk bagian telapak tangan, lakukan gerakan memutar menggunakan jari jempol Anda. Terakhir, akhiri dengan pijatan lembut jari-jari tangan bayi dengan menggunakan jari jempol dan telunjuk Anda.

(www.babycentre.co.uk)

3. Pada bagian dada, letakkan kedua telapak tangan Anda pada dada bayi, kemudian lakukan gerakan  memutar ke arah luar dari dada bagian atas hingga bawah. Selanjutnya, letakkan satu tangan Anda di bagian atas dada, kemudian tangan yang lain melakukan pijatan lembut ke arah pangkal paha. Lakukan hal ini secara bergantian dan ulang gerakan beberapa kali.

                         (www.babycentre.co.uk)

4. Pijatan pada bagian perut dapat dilakukan dengan usapan lembut pada perutnya, menggunakan satu tangan diikuti dengan tangan lainnya.

Pijatan ‘I Love U’ di perutnya, mulailah dengan melemaskan tangan.

  • Lakukan satu usapan ke arah bawah pada sisi kiri perut bayi Anda dengan menggunakan tangan kanan Anda.
  • Lakukan usapan ‘L’ secara terbalik dari samping, mulai dari sisi kanan ke arah sisi kiri bayi Anda.
  • Lakukan usapan ‘U’ terbalik, mulai dari sisi kanan bawah bayi hingga ke atas, lalu berbelok menurun ke bawah sisi kiri perut bayi. Katakan ‘Ibu sayang kamu’ sembari mengusapnya.


(www.johnsonsbaby.co.id)

5. Untuk bagian punggung, tengkurapkan bayi pada posisi yang nyaman. Kemudian, pijat lembut dengan gerakan melingkar di daerah kanan-kiri sepanjang tulang belakang menggunakan ujung-ujung jari Anda. Lakukan gerakan ini dari leher hingga ke bokong bayi. Terakhir, lakukan pijatan agak dalam dimulai dari bahu bayi hingga ujung kaki (masih dalam posisi tengkurap). Lakukan pada kedua sisi dan pijat telah selesai. Setelah selesai pijat, bisa saja bayi Anda tertidur dengan pulas.

                          (www.babycentre.co.uk)

Ternyata, empat langkah sederhana di atas dapat memberikan banyak manfaat bagi biologis, psikis, dan sosial untuk bayi dan Ibu. Variasi lain yang lebih umum dikenal adalah dengan membagi 15 menit ke dalam tiga sesi (tiap sesi dilakukan selama 5 menit):

  1. Bayi diposisikan dalam keadaan tengkurap, kemudian diusap sebanyak 12 kali dari daerah kepala, leher, pundak, punggung, hingga bokong.
  2. Bayi diposisikan dalam keadaan telentang, kemudian diusap sebanyak 12 kali dari daerah wajah, dada, perut, lengan, telapak tangan, tungkai, dan telapak kaki.
  3. Terakhir, luruskan dan bengkokkan masing-masing lengan selama 10 detik, kemudian kedua lengan bersamaan, masing-masing tungkai, dan kedua tungkai bersamaan (stimulasi kinetik).

Masih banyak variasi lain pijat bayi cukup bulan, yang pada dasarnya meliputi seluruh bagian tubuh. Urutan langkah-langkah yang terlampir pada artikel ini ditujukan agar tidak ada bagian tubuh yang terlewati.

Tidak menutup kemungkinan saat pijat pertama kali, si kecil merasa asing. Jika Anda merasa bayi Anda terlihat tidak nyaman atau menangis, hentikan pijat sementara waktu, cek mengapa bayi menangis (apakah karena BAB, BAK, atau tidak nyaman dengan pijatan tersebut), kemudian baru dilanjutkan jika bayi sudah tenang. Pada beberapa kali pertama, pijat dapat dilakukan hanya pada bagian kaki saja untuk membiasakan si kecil terhadap sentuhan dan pijatan Anda. Hal terpenting yang harus diperhatikan selama melakukan pijat adalah selalu memperhatikan respon si kecil.

Jika Anda masih merasa ragu untuk mengerjakan sendiri, tidak perlu khawatir. Berbagai klinik telah tersedia untuk membantu Anda mempelajari cara memijat bayi dengan benar. Lakukan pijat bayi secara rutin, agar pertumbuhan dan perkembangan anak Anda lebih baik.

Referensi:

  1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan SPA.
  2. Medise BE. Stimulasi pijat: keamanan dan manfaat [Internet]. 2014 Apr 30 [cited 2018 May 21]. Available from: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/stimulasi-pijat-keamanan-dan-manfaat
  3. Ferius S, Efar P, Mansur S, Gunardi H. Pengaruh pijat bayi menggunakan minyak mineral atau minyak kelapa terhadap kenaikan berat badan pada neonatus aterm. Sari Pediatri. 2008;10(4):219-24.
  4. Perry R, Hunt K, Ernst E. Nutritional supplements and other complementary medicines for infantile colic: a systematic review. Pediatrics. 2011;127(4):720-33.
  5. Lin CH, Yang HC, Cheng CS, Yen CE. Effects of infant massage on jaundiced neonates undergoing phototherapy. Ital J Pediatr. 2015;41:94.
  6. Roesli U. Pedoman pijat bayi prematur & bayi usia 0-3 bulan. 3rd Jakarta: Trubus Agriwidya; 2001.
  7. Bennet C, Underdown A, Barlow J. Massage for promoting mental and physical health in typically developing infants under the age of six months. Cochrane Database Syst Rev. 2013;(4):CD005038.
  8. Dalili H, Sheikhi S, Shariat M, Haghnazarian E. Effects of baby massage on neonatal jaundice in healthy Iranian infants: A pilot study. Infant Behav Dev. 2016;42:22-6.
  9. Porter LS, Porter BO, McCoy V, Bango-Sanchez V, Kissel B, Williams M, Nunnewar S. Blended Infant Massage-Parenting Enhancement Program on Recovering Substance-Abusing Mothers' Parenting Stress, Self-Esteem, Depression, Maternal Attachment, and Mother-Infant Interaction. Asian Nurs Res (Korean Soc Nurs Sci). 2015;9(4):318-27.
  10. BabyCentre Medical Advisory Board. Massaging your baby [Internet]. 2014 May [cited 2018 May 21]. Available from: https://www.babycentre.co.uk/a1042915/massaging-your-baby